PENGUATAN KETERLIBATAN PUBLIK DALAM PELESTARIAN BUDAYA MELALUI MEDIASI KEY OPINION LEADERS DI RUANG DIGITAL
DOI:
https://doi.org/10.35842/massive.v5i2.222Keywords:
Key Opinion Leader, Komunitas Budaya, Ruang Publik Digital, Teori Coordinated Management of Meaning, Keterlibatan PublikAbstract
Pelestarian budaya lokal menghadapi tantangan yang semakin besar di era digital, terutama ketika generasi muda semakin terhubung dengan arus budaya global. Penelitian ini mengkaji peran Key Opinion Leaders (KOL) dalam memperkuat keterlibatan publik terhadap pelestarian budaya melalui strategi komunikasi berbasis komunitas. Mengacu pada Freberg et al. (2011) serta konsep two-step flow Katz & Lazarsfeld, KOL dipahami sebagai figur berpengaruh yang memiliki kredibilitas karena kedekatan sosial dan keterlibatannya dalam komunitas. Studi ini menyoroti KOL yang tumbuh secara organik dari komunitas budaya di Semarang—seperti Teater Lingkar, Hysteria, Klub Merby, dan Tirang Community—dan bagaimana mereka memediasi pesan budaya, membentuk makna bersama, serta memfasilitasi dialog di ruang publik digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dan observasi media sosial. Keterlibatan publik dioperasionalisasikan melalui interaksi digital, respons audiens, dan partisipasi dalam kegiatan budaya. Teori Coordinated Management of Meaning (CMM) dari Pearce dan Cronen digunakan untuk memahami bagaimana KOL mengoordinasikan makna antara nilai budaya, episode interaksi, dan konteks hubungan. Temuan menunjukkan bahwa: (1) KOL berperan sebagai meaning coordinator yang menyelaraskan narasi komunitas agar lebih diterima secara digital; (2) komunitas budaya aktif membentuk ruang publik digital sebagai arena dialog; dan (3) koordinasi makna berlangsung secara dinamis antara nilai lokal, pengalaman kolektif, dan konteks digital. Hal ini menegaskan bahwa komunikasi budaya merupakan proses sosial yang kolaboratif dan saling terhubung.References
Claudya, Samantha E., et al. Menjembatani Budaya: Peran Teori Model Dua Tahap dalam Meningkatkan Kesadaran Kearifan Lokal melalui Inisiatif CSR. Prosiding Conference of Communication, Media, and Sociology, 2024.
CNBC.(2023). Kacau! Ini Daftar Budaya Indonesia Yang Di Colong Malaysia. Di unduh dari tautan https://www.cnbcindonesia.com/research/20230914005402-128-472290/kacau-ini-daftar-budaya-indonesia-yang-dicolong-malaysia
Degenhard, J. 2023. Number of internet users in Indonesia from 2013 to 2028. Diakses dari : https://www.statista.com/forecasts/1144747/internet-users-in-indonesia [25 September 2023]
Diskominfotik Sumbar. (2023). Songsong Indonesia Emas 2045, Pemuda Indonesia Harus Melek Teknologi dan Berbudaya. Di unduh dari tautan https://sumbarprov.go.id/home/news/22856-songsong-indonesia-emas-2045-pemuda-indonesia-harus-melek-teknologi-dan-berbudaya
Grafiani, Cecilia Pretty, et al. Media Ecology by Indonesia Kaya’s CSR in Representative Indonesian Culture. Prosiding Conference of Communication, Media, and Sociology, 2024.
Griffin, Emory A. A First Look at Communication Theory. 9th Edition. McGraw-Hill, 2012.
Hidayat, Ridha, Azhari Yahya, M. Adli, Yul Ernis. (2020). Analisis Yuridis Tanggung Jawab Sosial Dan Lingkungan Perushaan Terhadap Masyarakat Sekitar. Jurnal Penelitian Hukum De Jure Vol. 20 No. 4 hal 531-543. ISSN: 1410-5632 (Print), 2579-8561 (Elektronik).
Littlejohn, Stephen W., Karen A. Foss, and John G. Oetzel. Theories of Human Communication. 11th Edition. Waveland Press, 2017.
Loera & Wibowo. 2023. Indonesian online news and digital culture: a media ecology perspective. Jurnal Ilmu Komunikasi. Ed 2nd.
Pearce, W. Barnett, and Vernon E. Cronen. Coordinated Management of Meaning: A Theory of Communication. Sage, 1980.
Postman, N. (2000). The humanism of media ecology. In Proceedings of the Media Ecology Association (Vol. 1, No. 1, pp. 10-16).
Scolari, C. A. (2012). Media ecology: Exploring the metaphor to expand the theory. Communication theory, 22(2), 204-225.
Scolari, C. A. (2013). Media evolution: Emergence, dominance, survival and extinction in the media ecology. International Journal of Communication, 7, 24.
Switzy Sabandar. (2023). Budaya Indonesia Yang Pernah Diklaim Malaysia. Diunduh dari tautan https://www.liputan6.com/regional/read/5202988/ramai-klaim-lagu-rasa-sayange-ini-9-budaya-indonesia-yang-pernah-diklaim-malaysia?page=2
Tri Budiyono. (2011). Hukum Perusahaan. Salatiga. Penerbit Griya Media. Hlm. 107.
West, Richard; Turner, Lynn H. Pengantar Teori Komunikasi. Edisi keempat. Jakarta: Salemba Humanika. 2010
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 MASSIVE: Jurnal Ilmu Komunikasi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with MASSIVE: Jurnal Ilmu Komunikasi agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
- This work is licensed under a MASIIVE: Jurnal Ilmu Komunikasi Creative Commons Attribution-ShareAlike License.
















