ADVOKASI PELESTARIAN LINGKUNGAN BERBASIS EKOFEMINISME: ANALISIS WACANA PADA AKUN INSTAGRAM NADINE CHANDRAWINATA
DOI:
https://doi.org/10.35842/massive.v5i1.209Keywords:
Ekofeminisme, Advokasi Lingkungan, Wacana Kritis Sara Mills, Media SosialAbstract
Penelitian ini menganalisis wacana ekofeminisme dalam konten akun Instagram Nadine Chandrawinata sebagai bentuk advokasi pelestarian lingkungan melalui media sosial. Latar belakang dalam penelitian disebabkan oleh meningkatnya kesadaran global dan nasional terhadap isu perubahan iklim dan pelestarian lingkungan, serta peran perempuan yang rentan sekaligus strategis dalam konteks tersebut. Indonesia menghadapi tantangan serius dari degradasi lingkungan dan perubahan iklim yang berdampak luas pada kehidupan, terutama perempuan yang memiliki risiko lebih tinggi. Di sisi lain, media sosial menawarkan platform strategis untuk advokasi dan penyebaran wacana kritis mengenai keberlanjutan. Metode yang digunakan adalah analisis wacana kritis model Sara Mills. Analisis wacana kritis model Sara Mills ini mencakup kajian mendalam terhadap posisi subjek-objek, dan posisi pembaca dalam teks narasi dan visual yang ditampilkan dalam berbagai postingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nadine secara konsisten memposisikan perempuan dan anak-anak sebagai subjek berdaya yang menolak subordinasi dan eksploitasi alam. Alam dan ekosistem dipandang sebagai entitas bernilai yang harus dihormati dan dirawat secara kolektif. Pembaca juga diposisikan sebagai aktor aktif yang berpartisipasi secara emosional dan intelektual dalam pelestarian lingkungan, sekaligus agen perubahan dan bagian dari komunitas peduli lingkungan. Narasi yang dibangun pada berbagai postingan berhasil mengintegrasikan kesadaran ekologis, prinsip kesetaraan gender, dan etika pengasuhan lintas generasi. Hal ini membuka ruang baru dalam advokasi lingkungan berbasis digital yang mendorong partisipasi luas serta transformasi sosial-ekologis yang berkelanjutan.References
BMKG. (2025). Informasi Gas Rumah Kaca. Badan Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika (BMKG). https://www.bmkg.go.id/kualitas-udara/gas-rumah-kaca
Detik.news. (2013). Pencurian Telur Penyu di Pulau Sangalaki Terjadi Lagi. Detik.News. https://news.detik.com/berita/d-2399800/pencurian-telur-penyu-di-pulau-sangalaki-terjadi-lagi
Fitriani, C. D., Muthmainna, A. N., & Romadhan, M. I. (2023). Pemanfaatan Instagram Dalam Meningkatkan Engagement Audience Pada Konten Instagram @Harian.Disway. Semakom: Seminar Nasional Mahasiswa Komunikasi, 1(2), 222–227.
Indonesia, C. (2024). Singapura Maling Pasir Laut RI, Sedot 100 Ribu Meter Kubik Sebulan. https://www.cnbcindonesia.com/news/20241012202227-4-579132/singapura-maling-pasir-laut-ri-sedot-100-ribu-meter-kubik-sebulan
Katadata.co.id. (2024). FWI: 70% Deforestasi Indonesia Terjadi di Papua pada 2022-2023. https://katadata.co.id/ekonomi-hijau/ekonomi-sirkular/66fa21141d9e6/fwi-70-deforestasi-indonesia-terjadi-di-papua-pada-2022-2023
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Miles and Huberman 1994.pdf. In Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook (pp. 1–318).
Parasasri, R. R. A., & Nurhaeni, I. D. A. (2021). Manajemen Bencana Responsif Gender: Kajian Inovasi Layanan Organisasi pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Surakarta. Wacana Publik, 1(1), 62. https://doi.org/10.20961/wp.v1i1.50891
Pemerintah Indonesia. (1990). Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990.
Permatasari, R. Y. A., & Siswadi, G. A. (2022). Ekofeminisme di Indonesia: Sebuah Kajian Reflektif atas Peran Perempuan Terhadap Lingkungan. Purwadita : Jurnal Agama Dan Budaya, 6(1), 59. https://doi.org/10.55115/purwadita.v6i1.1687
Pradiska, Dina., Mohammad, S., & Yanus, P (2024). “Stigma Feminisme dalam Wedding Agreement 2019 Perspektif Wacana Kritis Sara Mills”. Massive: Jurnal Ilmu Komunikasi, 4(2).
Ramli, A., Kencana, N., & Melinda, M. (2023). “Green Aisyiyah” : Praksis Ekofeminis Gerakan Aisyiyah dalam Mengatasi Perubahan Iklim di Indonesia. Jurnal Pemerintahan Dan Politik, 8(3), 158–166. https://doi.org/10.36982/jpg.v8i3.2205
Ratnasari, S. T. (2022). PESAN PEDULI LINGKUNGAN DALAM KOMIK HEY.JONG DI INSTAGRAM. UIN WALISONGO SEMARANG.
Tenggara, P. B. dan N. (2025). Perempuan, Kesetaraan Gender Dan Perubahan Iklim. Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan – Republik Indonesia. http://ppebalinusra.menlhk.go.id/perempuan-kesetaraan-gender-dan-perubahan-iklim/
Wambrauw, M., Ohee, K., & Anastasia, A. (2022). Analysis the Impact of the Forest Crisis on Merauke Women in the Perspective of Ecofeminism. Jurnal Perempuan Dan Anak, 5(2), 104–130. https://doi.org/10.22219/jpa.v5i2.22152
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 MASSIVE: Jurnal Ilmu Komunikasi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with MASSIVE: Jurnal Ilmu Komunikasi agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
- This work is licensed under a MASIIVE: Jurnal Ilmu Komunikasi Creative Commons Attribution-ShareAlike License.
















