STIGMA FEMINISME DALAM WEDDING AGREEMENT 2019 PERSPEKTIF WACANA KRITIS SARA MILLS

Authors

DOI:

https://doi.org/10.35842/massive.v4i2.184

Keywords:

Stigma Perempuan, Feminisme, Film Wedding Agreement, Wacana Kritis Sara Mills

Abstract

Film memiliki banyak genre yang disajikan kepada khalayak, salah satunya adalah film yang bertemakan tentang perempuan, perjodohan, dan juga feminisme. Salah satunya dalah film Wedding Agreement 2019 karya Archie Hekagery. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana stigmatisasi feminisme yang ditampilkan dalam Film Wedding Agreement 2019 melalui potongan scene dan juga teks dialog. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan analisis wacana kritis. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa ada 6 scene yang tidak merepresentasikan stigma feminisme yang selama ini tertanam di masyarakat, antara lain: Perempuan akalnya tidak lemah, Perempuan bisa mengontrol emosi dan perasaannya, Perempuan bisa berfikir rasional, Perempuan bisa mengambil keputusan penting, Perempuan berani mengungkapkan pendapat, dan Perempuan bisa hidup mandiri. Dari keenam temuan tersebut menggambarkan bahwa perempuan dalam film Wedding Agreement ini merujuk kepada feminisme liberal. Stigma feminisme yang muncul pada film Wedding Agreement ini adalah stigma positif, hal ini terjadi dikarenakan adanya proses komunikasi interpersonal antara subjek (Tari) dan objek (Byan).

References

Habibie, D. K. (2018). DWI FUNGSI MEDIA MASSA. Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi, 7(2), 79-86.

Sobur, A. (2004). Semiotika Komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Kemen PPPA. (2022). Pembangunan Manusia Berbasis Gender. Jakarta: Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA).

Devita, B. A. (2022). Stigma Perempuan dalam Belenggu Patriarki pada Film “YUNI”. Retrieved from kumparan.com: https://kumparan.com/bungaaqilawd6/stigma-perempuan-dalam-belenggu-patriarki-pada-film-yuni-1yBcRJFm8YQ/full

Gamble, S. (2010). Feminisme & Postfeminisme. Yogyakarta: Jalasutra.

Wihayanti, T. (2020, Agustus 10). Sinopsis Wedding Agreement, Cinta Sepihak dalam Pernikahan, Tayang di Viu. Retrieved from Kompas.com: https://www.kompas.com/hype/read/2020/08/12/224044066/sinopsis-wedding-agreement-cinta-sepihak-dalam-pernikahan-tayang-

Maulidina, S. (2020). Representasi Feminisme Dalam Film 3 Srikandi. Skripsi.

Silfia, I. (2020). Stigma Media Terhadap Fandom Perempuan Dalam Pemberitaan Penggemar K-Pop Di CNNINDONESIA.COM. Skripsi.

Hermanto, Y. (2022). Dekontruksi Gender: Upaya Perempuan dalam Melawan Stigma Buruk Menstruasi di Film Period End Of Sentence. Skripsi.

Avidaninta, C., Basuki, U., Srigati, B., & Rambe, W. P. (2024). KETIDAKADILAN GENDER TERHADAP PEREMPUAN DALAM RUMAH TANGGA PADA FILM SELESAI. MASSIVE: Jurnal Ilmu Komunikasi, 4(1).

Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Kualitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Gamble, S. (2010). Feminisme & Postfeminisme. Yogyakarta: Jalasutra.

Downloads

Published

2025-01-24

How to Cite

Pradiska, D., Solihin, M., & Purwansyah Sriyanto, Y. (2025). STIGMA FEMINISME DALAM WEDDING AGREEMENT 2019 PERSPEKTIF WACANA KRITIS SARA MILLS. MASSIVE: Jurnal Ilmu Komunikasi, 4(2), 46–59. https://doi.org/10.35842/massive.v4i2.184

Issue

Section

Articles